Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. (4)
Tafsir
Dia juga menciptakan manusia dari setetes air yang hina, lalu ia tumbuh dari satu fase ke fase berikutnya. Namun ternyata kemudian, manusia itu gigih dalam mendebat untuk melenyapkan kebenaran, serta terang-terangan dalam mendebatnya dengan kebatilan.
Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan fitur pencarian cerdas di bawah ini